Pengabaian Pelajaran Bahasa dan Metode CTL

Posted on
Ada kecenderungan dalam dunia pendidikan dewasa ini untuk memikirkan bahwa Siswa akan
belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah selain dari Ketepatan Penggunaan Bahasa (Baca Artikel Sebelumnya). Belajar akan
lebih bermakna jika anak ‘mengalami’ sendiri apa yang dipelajari bukan sekedar
mengetahuinya. Sehingga diperlukan konsepsi pembelajaran yang baru yang bisa
menghadirkan situasi belajar yang bermakna bagi siswa. 
Belajar Itu Menyenangkan

Dan itu akan terwujud
jika dalam pembelajaran terdapat upaya untuk menghadirkan suasana realistis
yang bisa menghubungkan antara pengetahuan yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa. Pada dasarnya pendekatan yang bersifat realistik akan membimbing
siswa untuk menemukan kembali konsep-konsep bahasa Indonesia yang pernah
ditemukan oleh para ahli bahasa Indonesia atau bila memungkinkan siswa dapat
menemukan hal yang sama sekali belum pernah ditemukan, ini dikenal sebagai guided
reinvention
(Freudenthal 1991 seperti yang dikutip oleh Suherman, dkk.,
2003).

Sampai saat ini, pendidikan di
Indonesia masih didominasi oleh kelas yang berfokus pada guru sebagai utama
pengetahuan, sehingga ceramah akan menjadi pilihan utama dalam menentukan
strategi belajar. Sehingga sering mengabaikan pengetahuan awal siswa. Untuk itu
diperlukan suatu pendekatan belajar yang memberdayakan siswa. Salah satu
pendekatan yang memberdayakan siswa adalah pendekatan kontekstual (CTL) yang Insya Allah akan saya bahas dalam Artikel selanjutnya. 
Demikian Artikel tentang Pengabaian Pelajaran Bahasa dan Metode CTL ini saya buat. Terima kasih dan salam hangat Heddys’BloG
Gravatar Image

I am Heidy Hadiningrat a Writer, Blogger, SEO Practice and Internet Marketer owner TheCrazyPerfect.com. I started my blog in 2013 and get daily unique visitor 10K+. Sharing is sexy is my moto.

Leave a Reply