Butuh Gagal Untuk Sukses

Butuh Gagal Untuk Sukses- kiranya judul tersebut tidaklah berlebihan, itu menurut saya, dan bagaimana menurut Anda? Yang merasakan getir adalah orang-orang tangguh dalam kehidupannya. Ketegaran mengajarkan arti tanggung jawab terhadap diri dan diluar dirinya.
Butuh Gagal Untuk Sukses

Sengaja saya mengambil judul tersebut sebagai motivasi Anda untuk tidak menyerah dan putus harap. Menjadi blogger bukan suatu hal yang salah, meskipun banyak yang beranggapan miring tentangnya. Saya berasal dari daerah terpencil, di pojok selatan banten - Indonesia, disebuah ujung barat yang terbatas akses internetnya. Namun, itu tidak jadi masalah selagi saya bisa terhubung dengan Anda untuk mengatakan kepada Anda “Saya ada”.

(?) Berapa kali saya gagal
Menghitung peluang dari persaingan maka saya akan mendapat peluang 1/sekian juta. Diantara bilangan juta setidaknya ada angka satu untuk menjadi yang kesatu. Jika pertanyaan “berapa kali saya gagal?” Anda tanyakan kepada saya, cukup simple saya menjawab “Saya tak pernah mengingat kegagalan.

(?) Apakah sukses tujuan
Hmmm, usaha adalah tindakan untuk merubah dan merubah adalah tindakan untuk mencapai. Sementara proses masih berjalan, saya yakin orang tua Anda, teman Anda, dan orang – orang disekitar Anda mengatakan “Kenapa kamu tidak melakukan hal ini dan hal itu?”. Kita tidak berdiam dalam satu posisi, selalu ada perubahan yang akan kita alami, perubahan fisik atau non fisik, penyikapan Anda terhadapnya adalah pola dari suatu bentuk output pemikiran dan anggapan. Orang-orang membesarkanmu, terutama orang tua Anda ingin melihat kehidupanmu lebih baik dari mereka. Itu artinya Anda diharapkan untuk bisa mengubah kehidupan Anda menjadi lebih dari sesuatu yang diharapkan.
Butuh Gagal Untuk Sukses

Sukses bukan tujuan tapi keinginan, karena tak ada batas dari sebuah arti “sukses”. Satu kali anda berubah maka satu kali pula Anda sukses, begitulah dan akan terus begitu, dan sukses bukan tolak ukur sebuah kekayaan, tetapi sukses adalah kemampuan untuk berpindah dari bawah ke atas.

(?) Apakah mudah untuk bisa sukses
Mengukur kemampuan adalah cara yang tepat untuk menjawab tersebut, seumpama sebuah mesin, jika mesin tersebut dibuat untuk memintal benang, apakah bisa dia membuat sebuah boneka? Saya rasa tidak, Nah, begitu juga dengan diri kita, pertanyakan kepada diri Anda, apa kemampuan saya, apa bakat saya?
Belajar adalah cara untuk mampu, dan mampu butuh ilmu, sedang ilmu adalah senjata mematikan untuk menaklukan gagal. Untuk menembak seekor rusa yang berlari butuh dua atau tiga peluru begitu pun untuk menggapai sukses, butuh gagal dan gagal, butuh lagi dan lagi.

“Tujuan seperti melesatnya anak panah, kamu tidak bisa mengejarnya tapi kamu akan menemukannya”
“Butuh gagal untuk sukses dan sukses tidak membutuhkan gagal”
Sincerely


(Hedi No Last Name)
Disqus Comments