Tanda Kiamat Besar Sudah Dekat

Tanda-tanda tentang dekatnya qiyamat tersebut banyak, di antaranya adalah tidak adanya orang yang mendukung dan menolong agama. Ini yang dimaksud dengan sabda Nabi SAW: "Akan muncul pada manusia suatu masa ketika orang bertahan dengan agamanya, bagaikan orang yang menggenggam bara api". (Diriwayatkan At-Turmudzi dari Anas bin Malik ra).

Renungkan Apa yang Terjadi Saat ini?

Tanda Kiamat Besar Sudah Dekat

  1. Di antaranya, di akhir masa akan muncul ahli ibadah tapi bodoh-bodoh, dan ahli al-Qur'an (Qurra’) tapi fasiq-fasiq. Ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, dan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustarak, dari Anas ra juga.
  2. Di antaranya, hari qiyamat baru akan tiba apabila manusia saling membangga-banggakan masjid. Ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya dari Anas ra.
  3. Di antaranya, hubungan persaudaraan diputuskan, amanah dilanggar, dan orang yang curang dipercayai. Ini diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Anas bin Malik pula.
  4. Di antaranya, banyak hilal yang muncul, dan apabila hilal (bulan sabit) terlihat (hanya) permulaannya saja, sehingga dikatakan ada dua malam. Ini diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ibnu Mas’ud.
  5. Di antaranya, orang-orang yang shalih satu persatu hilang, dan tinggallah orang-orang jembel, bagaikan dedak-dedak gandum atau kurma. Ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari.
  6. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sampai sikap zuhud hanya dibicarakan, dan sikap wara’ dibuat-buat. Ini diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah.
  7. Di antaranya, anak marah (kepada orang tuanya), paceklik (musim kemarau panjang) dan sifat kurang ajar merajalela oleh At-Tabrani dari Ibnu Mas’ud.
  8. Di antaranya, kiamat tidak akan datang hingga setiap kelompok didominasi oleh kelompok munafiqnya. Satu kelompok dipimpin oleh orang yang paling rendah di antara mereka, dan sebuah kelompok dikuasai oleh orang-orang fasiq di antara mereka. Ini diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Abdullah bin Mas’ud, dan oleh At-Turmudzi dari Abu Hurairah ra.
  9. Di antaranya, apabila mihrab-mihrab dihias-hiasi sementara hati rapuh. Ini diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ibnu Mas’ud.
  10. Di antaranya meluasnya perdagangan hingga seorang istri menetapkan suaminya untuk berdagang, banyaknya hubungan kekeluargaan yang diputuskan, meluasnya tulisan dan kesaksian palsu. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Mas’ud. Ungkapan meluasnya tulisan merupakan kiasan dari banyaknya tulisan dan sedikitnya ulama, maksudnya mereka cukup belajar menulis (tulisan) untuk mengaburkan hukum.
  11. Di antaranya apabila amanat dijadikan jarahan dan zakat sebagai kerugian, mencari ilmu bukan untuk agama. Diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Abu Hurairah ra.
  12. Di antaranya apabila suami taat (mendahulukan) isterinya, durhaka pada ibunya, lebih dekat dengan temannya, menjauhi ayahnya, dan ada suara-suara keras tidak menentu di masjid. Diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Abu Hurairah.
  13. Di antaranya, apabila muncul budak perempuan (pelacur), alat-alat musik dan khamr diteguk, dan generasi terakhir dari umat ini melaknat generasi awal. Diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Abu Hurairah.
  14. Di antaranya, bahwa di depan Dajjal ada tipuan-tipuan yang didustakan oleh orang-orang yang benar, tetapi dibenarkan oleh pembohong, tidak dipercayai oleh orang yang jujur, tetapi dipercayai oleh orang yang curang. Mengenai hal itu ikut berbicara pula Ruwaibidlah. Ditanyakan: Apa itu Ruwaibidlah: Orang dungu yang berbicara tentang urusan masyarakat banyak. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Bazzar dari Anas bin Malik ra.
  15. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sebelum kamu melihat kejadian-kejadian besar yang tidak dipikirkan oleh dirimu, dan bagimu peristiwa tersebut dirasakan memuncak dan gawat, kamu bertanya apakah dulu Nabimu pernah menyebutkan peristiwa ini padamu, dan sebelum kamu melihat gunung-gunung turun dari tempatnya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Turmuzi dari Samurah bin Jundub ra.
  16. Di antaranya, apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka nantikanlah saat kehancurannya. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah.
  17. Di antaranya tidak akan datang kiamat sebelum manusia melakukan hubungan seksual sebagai binatang ternak melakukannya di jalanan. Diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Ibnu Umar ra.
  18. Di antaranya, umat ini tidak akan sirna sampai seorang laki-laki mengajak seorang perempuan, kemudian berhubungan seksual di jalan. Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Abu Hurairah.
  19. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sebelum ditemukan seorang wanita disetubuhi pada siang hari di tengah jalan, dan tak seorangpun yang mengingkarinya. Yang terbaik pada saat itu adalah mengatakan: “Andaikata kita dapat menyingkirkannya sedikit dari jalan ini. Orang semacam itu bagi mereka seperti Abu Bakar dan Umar bagi kalian”. Diriwayatkan oleh Al-Hakim Abu Abdillah dari Abu Hurairah.
  20. Di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Abu Umamah: Sampai ada wanita yang melewati suatu kelompok, kemudian salah seorang di antara mereka berdiri menyingkapkan ekornya (wanita tersebut) sebagaimana ia mengangkat ekor sapi betina, kemudian salah seorang di antara mereka berkata; Tidakkah lebih baik saya sembunyikan (tutupi) di balik tembok (wanita tersebut). Pada saat itu orang tersebut bagaikan Abu Bakar dan Umar di antara kalian.
  21. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sebelum jiwa manusia saling bertabrakan, ucapan-ucapannya berbeda-beda dan dua saudara kandung berbeda agama. Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Huzaifah ra.
  22. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sebelum masjid dijadikan bangunan yang tinggi (mewah), tetapi tidak dijadikan tempat bersujud kepada Allah, sampai seorang anak mengutus orang tua mengirim surat di antara dua kutub, sampai seorang pedagang tiba di dua ufuk (kutub) namun tidak mendapatkan untung. Hal itu diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Ibnu Mas’ud ra. Ungkapan di atas merupakan kiasan tidak adanya keinginan untuk shalat, tidak adanya penghormatan yang kecil kepada yang besar dan tidak adanya berkah dalam berdagang lantaran dominannya kebohongan dan kecurangan pada para pedagang.
  23. Di antaranya, akan datang pada manusia suatu masa di mana otak mereka hanya memikirkan perutnya saja, nilai kemuliaan mereka adalah harta kekayaan mereka, kiblat mereka adalah para wanita, agama mereka uang, mereka itulah makhluk paling jelek. Mereka tidak mendapatkan bagian di sisi Allah.
  24. Di antaranya malam dan siang ini tidak akan lenyap sebelum Al-Qur'an menjadi usang. Sementara itu perkara lainnya lebih menakjubkan mereka. Urusan mereka hanya ambisi. Sama sekali tidak ada perasaan khawatir apabila melanggar hak Allah, jiwanya dikuasai angan-angan, dan melanggar apa yang dilarang Allah, kemudian berkata: Semoga Allah mengampuniku.
  25. Di antaranya, Islam menjadi lenyap bagaikan lenyapnya hiasan pakaian (bordiran), hingga tidak diketahui mana puasa, mana shalat, mana haji dan manakah sedekah. Mereka mengatakan: Kami mengetahui nenek moyang kami berpegangan pada kalimat “La ilaha illallah”, maka kamipun mengucapkannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Huzaifah bin Yaman ra.
  26. Di antaranya kiamat tidak akan datang sebelum kata “Laa ilaaha illallah” tidak diucapkan di muka bumi.
  27. Di antaranya, kiamat tidak akan datang sebelum muncul perbuatan keji dan kebakhilan, orang yang jujur dicurangi, orang yang curang dipercaya, orang yang mulya (wu’ul) lennyap, sementara orang-orang jelata (tuhut) bermunculan. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah siapa itu tuhut dan wu’ul? Beliau menjawab: “Wu’ul orang-orang mulia dan tuhut adalah orang-orang jelata”. Diriwayatkan oleh At-Turmuzi dari Abu Hurairah ra.
  28. Di antaranya kiamat tidak akan datang sebelum keluar 70 orang pembohong. Saya berkata: Apa tanda-tanda mereka? Beliau menjawab: Mereka memperkenalkan kepadamu sebuah tradisi yang bukan merupakan tradisimu, bahkan dengan tradisi tersebut mereka mengubah tradisimu, maka apabila kamu melihat mereka, jauhilah. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Amr bin Al-As.
  29. Di antaranya apabila orang banyak bicara, kerja mandek, bersatu kata namun hati bercerai-berai, setiap orang yang memutuskan hubungan persaudaraan, pada saat itu mereka pasti dilaknat Allah, mereka peka dan membutakan mata penglihatan mereka. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad Abdun bin Hamid dari Salman Al-Farisi ra.
  30. Di antaranya, tatkala manusia memamerkan ilmu namun mengabaikan amal, di mulut manis namun hatinya saling membenci, mereka saling memutuskan hubungan keluarga, pada saat itu mereka akan dilaknat Allah, dibuat pekak telinganya dan mata penglihatannya dibuat buta. Diriwayatkan oleh Ad-Dunya dari Al-Hasan.
  31. Al-Baihaqi dan lainnya mengatakan: Tanda-tanda kiamat ada yang merupakan tanda-tanda surga, dan ini banyak yang sudah terjadi, dan ada yang merupakan tanda kubra, dan baru akan muncul.

Marilah kita tutup hadis-hadis di atas dengan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Huzaifah Ibn Usaid Al-Giffari ra, ia berkata: Ketika kami sedang mengadakan pembicaraan Nabi Saw. kemudian muncul. Beliau bertanya: “Apa yang sedang kalian bicarakan?” mereka menjawab : “Kami sedang membicarakan tentang kiamat”. Beliau bertanya: “Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda”, kemudian beliau menyebutkan awan (asap), dajjal, dabbah, matahari terbit dari tempat terbenamnya, turunnya Nabi Isa as. Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gerhana, gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di Jazirah Arab, dan yang terakhir api yang muncul dari Yaman, yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.

Timbulnya Asap

Mengenai asap (awan) disebutkan oleh Allamah Al-Khazin dalam tafsirnya; Huzaifah ra. berkata: “Wahai Rasulullah, apa itu awan?”. Kemudian beliau membacakan ayat, yang artina: “Pada hari langit dipenuhi dengan awan yang jelas” (QS. Ad-Dukhan 44:10). Kabut (awan) tersebut memenuhi bumi timur dan barat, berlangsung selama 40 hari 40 malam. Orang mukmin yang terkena akan merasakan seperti terserang selesma, sementara orang kafir seperti orang mabuk, keluar dari kedua lobang hidungnya, kedua telinganya dan jalan belakangnya.

Mengenai Dajjal

Mengenai Dajjal, disebutkan dalam Shahih Muslim dari Hisyam bin Urwah ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Antara penciptaan Adam sampai tiba hari kiamat tidak ada makhluk yang lebih dahsyat fitnahnya melebihi Dajjal”.

Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan dari Umar ra, bahwa Nabi Saw. menyebutkan Dajjal, kemudian beliau bersabda: Dajjal itu mata sebelah kanannya buta, matanya bagaikan buah anggur yang mengapung. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap nabi pasti telah memperingatkan umatnya yang bermata satu dan pembohong, bukankah dia (Dajjal) bermata satu? Sesungguhnya Tuhanmu tidaklah bermata satu, dan di antara kedua mata Dajjal tertulis “Kafir”.

Al-Baghawi meriwayatkan dengan sanadnya dari Asma’ binti Yazid Al-Ansariyyah ra, bahwa fitnah Dajjal yang paling besar adalah ketika seorang Arab Badui datang dan ditanya: “Bagaimana pendapatmu apabila saya dapat menghidupkan untamu, apakah kamu meyakini, bahwa saya Tuhanmu?”. Dia menjawab: “Ya”. Kemudian setan menampakkan dirinya kepada orang Badui tersebut sebagai untanya dengan kantong susu yang paling bagus dan dengan punuk yang sangat besar sekali. Kemudian Dajjal mendatangi seorang yang telah ditinggalkan saudara dan ayahnya. Dajjal berkata: “Bagaimana menurutmu apabila saya dapat menghidupkan saudara dan ayahmu, apakah kamu meyakini bahwa saya Tuhanmu?”. Orang tersebut kemudian menjawab: “Ya”. Maka setan menampakkan dirinya kepada orang tersebut mirip dengan saudara dan ayahnya.

Diriwayatkan dari Al-Mugirah bin Syu’bah ra, ia berkata: “Tak seorangpun yang pernah menanyakan kepada Rasulullah SAW. tentang Dajjal sebagaimana yang aku tanyakan padanya”. Saya menjawab: “Mereka mengatakan, bahwa Dajjal membawa roti sebesar gunung dan air yang banyak”. Nabi berkata: “Dialah lebih mudah bagi Allah dari pada hal itu”. At-Turmuzi meriwayatkan dari Abu Bakar As-Shiddiq, ia berkata: “Rasulullah SAW. telah bercerita kepada kami tentang dajjal. Dia muncul di negeri timur namanya Khurasan. Dia diikuti oleh berbagai kelompok yang wajahnya tidak tahu malu dan menakutkan (keras)”. Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Dajjal diikuti 70.000 orang Yahudi Asbihan yang mengenakan jubah”.

Imam Nawawi mengatakan bahwa Al-Qadi Iyad berkata: Hadis-hadis di atas yang berkenaan dengan cerita Dajjal merupakan argumentasi bagi mazhab yang benar, bahwa Dajjal itu benar adanya. Dajjal adalah orang yang dijadikan cobaan bagi hamba-hamba-Nya. Allah memberinya kemampuan terhadap sesuatu, seperti menghidupkan orang mati yang ia bunuh, munculnya kemewahan dunia dan kemakmuran bersama dengan munculnya surga dan nerakanya, harta simpanan bumi yang taat kepadanya, dapat memerintah langit untuk menurunkan hujan, dan bumi untuk menumbuhkan. Semua ini terjadi melalui kekuasaan Allah dan ujian-Nya. Setelah itu Dajjal dibuat tidak berdaya oleh Allah, sehingga tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membunuh laki-laki tersebut dan yang lainnya, misinya hancur dan dibunuh oleh Isa bin Maryam as. Allah tetap meneguhkan orang-orang yang beriman dengan kalimat yang pasti. Inilah mazhab Ahlussunnah Wal Jamaah, semua ahli hadis dan fiqh, dan ini berbeda dengan kelompok yang mengingkarinya, seperti Khawarij, Jahmiyah, dan sebagian orang Mu’tazilah.

Mengenai Dabbah

Mengenai dabbah, disebutkan oleh Al-Allamah Al-Khazin dalam tafsirnya dengan sanad Tsa’labi dari Huzaifah bin Al-Yaman ra, Rasulullah Saw. menyebutkan dabbah, saya bertanya: “Wahai Rasulullah darimana dabbah tersebut muncul?”. Beliau menjawab: “Dari masjid yang paling dimuliakan Allah”. Ketika nabi Isa melakukan tawaf bersama kaum muslimin, tiba-tiba bumi bergetar keras, tanah Safa di samping tempat sa’i pecah. Dabbah muncul dari Safa untuk pertama kalinya. Kepalanya berkilau, dan berbulu. Dia tidak dapat dikejar dan tidak seorangpun yang dapat lepas dari tangkapannya. Dia memberikan tanda mukmin dan kafir pada manusia. Untuk orang mukmin dabbah membiarkan wajah orang mukmin bagaikan bintang berkilau, dan ia menuliskan di antara kedua matanya “orang mukmin”. Sementara untuk orang kafir dabbah mengukirkan di antara kedua matanya titik hitam dan menuliskan di antara kedua matanya tulisan “kafir”. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra, ia berkata: “Dabbah lahir dari masyarakat yang berleher panjang, kepalanya dapat menyentuh awan sementara kedua kakinya menginjak bumi”.

Terbitnya Matahari dari Barat

Terbitnya matahari dari barat disebutkan dalam Shahih Bukhari pada bahasan “Permulaan Penciptaan” dari Abu Zar ra., ia berkata: Rasulullah Saw. pernah berkata kepadaku ketika matahari terbenam, “Apakah kamu tahu dimana ia terbenam?” Saya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, Sesungguhnya ia terbenam hingga ia bersujud di bawah arasy, kemudian ia meminta izin dan diizinkan (untuk bersujud). Begitu hendak sujud ternyata tidak diterima. Ia meminta izin dan tidak diizinkan. Kembalilah ke tempat engkau datang (muncul), karena itu kemudian ia terbit dari barat. Itulah firman Allah Ta’ala:

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Artinya: "Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (QS. Yasin (36):38)

Pengarang kitab Fathul Bari mengatakan: Kemungkinan yang dimaksud dengan sujud di sini adalah sujudnya Malaikat yang diberi tugas untuk matahari, atau sujud dalam bentuk tindakan. Imam Nawawi berkata: “Sujudnya matahari merupakan pembedaan dan pemahaman yang diciptakan Allah pada matahari”.

Tentang Turunnya Nabi Isa Alaihissalam

Tentang turunnya Nabi Isa as. dan keluarnya Ya’juj Ma’juj disebutkan dalam Shahih Muslim dari An-Nuwas bin Sam’an ra., ia berkata: Rasulullah pernah menyebutkan nama Dajjal pada waktu pagi hari, kemudian Nabi menyebutkannya dengan nada naik turun hingga kami mengira Dajjal itu berada di sejumlah pohon kurma. Ketika kami kembali menemuinya saat sore beliau mengetahui kedatangan kami, beliau bertanya: Ada apa? Kami menjawab: “Wahai Rasulullah, pada suatu pagi Nabi menyebutkan Dajjal, kemudian Nabi menyebutkannya dengan nada naik turun sehingga kami menyangka Dajjal berada di sekelompok pohon kurma”. Beliau berkata: Bukan Dajjal yang paling saya khawatirkan terhadapmu bila dia keluar sementara saya bersama kamu, sebab saya akan menjadi pembela kamu. Apabila ia keluar dan saya tidak bersama kalian, maka setiap orang akan menjadi pembela bagi dirinya sendiri. Dan Allah menjaminku untuk membela setiap orang muslim. Dajjal itu seorang pemuda berambut keriting, matanya bagaikan buah anggur yang mengapung, sepertinya saya dapat menyerupakan dengan Abd. Al-Uzza bin Qathan. 

Barangsiapa di antara kamu yang ditemuinya (mengalaminya), maka bacakanlah padanya permulaan ayat-ayat surat Al-Kahfi. Dia keluar dari lubang yang ada di antara Syam dan Irak. Kemudian ia berbuat kerusakan di kanan dan kiri, wahai hamba-hamba Allah teguhkanlah dirimu

Kami bertanya: 
Wahai Rasulullah, berapa lama ia berada di bumi?”. 

Beliau menjawab: 
“40 hari, sehari seperti satu tahun, sehari seperti sebulan dan sehari seperti satu minggu (jum’at), dan hari-harinya seperti hari-hari yang kamu alami”. 
Kami bertanya: 
“Wahai Rasulullah, satu hari yang seperti satu tahun itu apakah cukup bagi kami untuk melakukan shalat sehari?”. 

Beliau menjawab: 
“Tidak, perkirakanlah sendiri ukurannya”
Kami bertanya: 
“Wahai Rasulullah, seberapa jauh kecepatannya di bumi?” 
Beliau menjawab: 
“Bagaikan hujan yang diikuti angin. Dia mendatangi sekelompok orang, kemudian mengajak mereka, dan mereka beriman kepadanya dan mentaatinya, kemudian ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan turunlah hujan, sehingga tumbuhlah bumi. Pada sore hari mereka mendatangi penggembala mereka dengan membawa ternak yang paling panjang lehernya, paling sempurna kantong susunya, dan paling panjang lambungnya. Setelah itu ia (dajjal) mendatangi sekelompok manusia, mereka menolak ucapannya sehingga ia menjauhi mereka. Pada pagi harinya mereka menjadi orang miskin yang tidak memiliki apa-apa. 

Dajjal melewati tempat reruntuhan dan berkata: 
“Keluarkanlah kekayaanmu”, 

kemudian dajjal diikuti oleh kekayaan tersebut bagaikan lebah-lebah jantan (yang mengikuti sesuatu). Kemudian ia memanggul seseorang yang kekat dan masih mudah, dia dibuni, dipecah menjadi dua dan kemudian dilemparkan. Setelah itu ia memanggilnya. Orang tersebut menghadap dan menggerak-gerakkan wajahnya dan tertawa. Pada saat demikian, Allah mengutus Al-Masih putera Maryam as. 

Dia turun di menara putih di atas Timur dari Damaskus, sambil memegang sayap dua malaikat. Apabila ia menundukkan kepalanya, maka turunlah hujan, dan apabila ia mengangkat kepalanya, maka keluar datinya batu-batu bagaikan mutiara. Benda-benda seperti mutiara tersebut apabila mengenai orang kafir yang dapat bau napasnya, pastilah ia meninggal, sementara napasnya (hisapannya, kekuatan membau) berakhir di tempat mana ujungnya berakhir (radius pembauannya sangat jauh), kemudian benda-benda seperti mutiara itu mencari-carinya (orang kafir) hingga ditemukan berada di pintu yang keras, kemudian membunuhnya. Setelah itu datanglah Isa bin Maryam ke sekelompok orang yang mendapat perlindungan Allah. Dia mengusap wajah mereka dan memberitahukan tingkatan mereka di surga. Ketika peristiwa tersebut sedang berlangsung, Allah memberi wahyu kepada Isa as: Sesungguhnya Aku telah memisahkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada tangan siapapun yang dapat membunuh mereka, maka lindungilah hamba-hamba-Ku itu ke bukit. 

Allah kemudian mengirimkan Ya’juj dan Ma’juj yang mengalir cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Gelombang pertama melewati danau Tabariyah, mereka meminum airnya, dan gelombang terakhir melewatinya pula, mereka berkata: Sekali lagi di sini ada air. Nabi Isa as dan para sahabatnya dikepung, hingga kepala sapi bagi seorang lebih bernilai daripada seratus dinar. Kemudian mereka berdo’a. Allah mengirimkan kepada mereka ulat-ulat yang menyerang leher mereka (Ya’juj dan Ma’juj). Pada pagi harinya mereka terbunuh bagaikan kematian satu jiwa (mati bersama). Setelah itu nabi Allah, Isa as, dan para pengikutnya turun. Mereka tidak menemukan tempat sedikitpun yang tidak dipenuhi oleh bau busuk mereka. Kemudian mereka berdo’a kepada Allah. 

Allah mengirim burung seperti anak kambing, burung-burung itu membawa mereka dan melemparkan ke tempat yang dikehendaki Allah. Setelah itu Allah menurunkan hujan yang membasahi semua rumah kota dan desa. Allah membersihkan bumi hingga dibiarkan seperti taman, setelah itu dikatakan pada bumi: Tumbuhkanlah buah-buahanmu, kembalilah keberkahanmu. Kelompok manusia tersebut makan pohon delima, dan mereka bernaung dengan pohon tersebut. Air susu diberkahi sehingga perahan susu unta cukup untuk sekelompok besar manusia, perahan susu kambing cukup untuk satu kabilah, dan perahan susu kambing cukup untuk cucu-cucu (satu marga). Pada saat demikian tiba-tiba Allah mengirimkan angin wangi yang menyerang mereka hingga ke bawah ketiak mereka. Setelah itu ruh setiap orang mukmin dan muslim dicabut. Tinggallah manusia-manusia jahat. Mereka membuat kekacauan bagaikan kekacauan keledai liar. Pada mereka inilah kiamat datang”.

Mengenai Api yang keluar dari Yaman

Api yang keluar dari Yaman adalah api yang menggiring manusia untuk berkumpul sebagaimana yang ditegaskan oleh hadits. Para ulama mengatakan: Macam-macam tempat berkumpul ada empat, yang dua di dunia, yaitu, pertama pengusiran Nabi Saw. terhadap orang Yahudi dari Madinah ke Syam, kedua menjelang datangnya kiamat, api menggiring manusia, setiap makhluk hidup, ke tempat berkumpul. Ini terjadi sebelum terjadi tiupan pertama. Orang-orang tersebut adalah orang-orang kafir yang dihidupkan kembali. Kalau orang mukmin, mereka dimatikan sebelumnya digiring lewat angin yang halus. Yang dua berada di akhirat, salah satunya, manusia dikumpulkan dalam satu tempat setelah mereka dihidupkan kembali, yang kedua, terpencarnya mereka dari tempat tersebut ke surga atau neraka.

Dikutip dari "Terjemah Risalah Ahlusunnahwaljama'ah"

Disqus Comments