SEO TipsPelajari bagaimana SEO bekerja untuk situs Anda!

Contoh Surat Perjanjian Kerja [UPDATE]

Contoh Surat Perjanjian Kerja. Pengertian Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan; alat bukti tertulis; alat pengingat; bukti historis; dan pedoman kerja ( wikipedia )

Pengertian Surat Perjanjian adalah surat yang berisi suatu kesepakatan bersama yang mengikat antara pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan/perbuatan hukum yang telah disepakati bersama.

Biasanya bentuk kesepakatan yang tercantum dalam perjanjian atau kontrak kerja tersebut bergantung kepada jenis dan bidang pekerjaan/perusahaan.

contoh surat perjanjian kerja

Dalam artikel ini, saya membuat contoh surat perjanjian kerja dalam bentuk file document yang bisa diunduh atau dilihat langsung dari internet, kenapa hal ini saya lakukan? Karena saya ingin mempermudah anda untuk mengedit, mengurangi,menambahkan atau menghapus pasal-pasal perjanjian yang tidak diinginkan.

Berikut adalah contoh surat perjanjian kerja yang bisa anda pakai ( jika anda seorang boss )

SURAT PERJANJIAN KERJA
NO : 0001/ /SPK-01/II/2013

Pada Hari ini Selasa Tanggal 02 (Dua) Bulan 04 (April) Tahun 2013 (Dua RIbu Delapan Belas), telah disepakati perjanjian kerja antara :

  1. Nama : The Crazy Perfect
    Alamat : Pasar Sukahujan No.45 Lebak- Banten
    Jabatan : Manager / Owner

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas Nama “HEDDY’S BLOG PUBLISHER” yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAM

  1. Nama : Didi Supriadi
    Tempat, Tanggal Lahir : Lebak 16 Juli 1986
    Alamat : Kp. Binuangeun RT 13 RW 04
    Ds. Muara Kec. Wanasalam Kab. Lebak-Banten
    Jabatan : Supervisor/SPV

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas Nama Diri Sendiri, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian kerja dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1
AYAT 1

PIHAK PERTAMA menerima dan memperkerjakan PIHAK KEDUA sebagai
– Status karyawan
– Jabatan/ Unit keraja: Sales Marketing

AYAT 2

PIHAK KEDUA bersedia menerima dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut serta tugas-tugas lain yang derikan PIHAK PERTAMA dengan sebaik-baiknya dan rasa tanggungjawab.

PASAL 2
Pernyataan PIHAK KEDUA

AYAT 1

PIHAK KEDUA menyatakan kesediannya untuk mematuhi dan mentaati seluruh peraturan tata tertib yang telah di tetapkan oleh PIHAK PERTAMA

AYAT 2

PIHAK KEDUA Menyatakan kesanggupannya untuk dijatuhi sangsi jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang telah di tetapkan perusahaan sangsi tersebut berupa:

  1. Skorsing
  2. Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK )
  3. Hukuman Dalam Bentuk Lain Dengan merujuk kepada peraturan pemerintah yang mengaturnya

 

AYAT 3

PIHAK KEDUA Bersedia menyimpan dan menjaga kerahasiaan baik dokumen maupun informasi milik PIHAK PERTAMA Dan tidak dibenarkan memberikan dokumen atau informasi yang diketahui baik secara Lisan Maupun Tertulis Kepada Pihak Lain.

AYAT 4

PIHAK KEDUA Bersedia bekerja melebihi waktu yng telah di tetapkan apabila diperlukan oleh PIHAK PERTAMA

AYAT 5

PIHAK KEDUA Bersedia bertanggung jawab jika ada tunggakan dalam tagihan yang telah di tetapkan oleh PIHAK PERTAMA Dalam Bentuk:

  • Pemotongan gaji pokok
  • Pemotongan Tunjangan Insentif atau
  • Pemotongan Tunjangan-tunjangan Lainnya atau
  • Membayar tunggakan langsung terhadap pihak pertama sesuai dengan jumlah yang telah terhitung oleh PIHAK PERTAMA dengan melihat pengeluaran barang oleh PIHAK KEDUA Berupa alat pembayaraan yang sah ( Uang ) Selambat-lambatnya dibayar pada akhir periode

 

AYAT 7

PIHAK KEDUA Bersedia Menyerahkan anggunan berupa ijazah asli atau BPKB Kendaraan bermotor Sebagai Anggunan Kepada PIHAK PERTAMA

AYAT 8

PIHAK KEDUA Bersedia bekerja dibawah tekanan atau target yang sudah di tetapkan oleh PIHAK PERTAMA Yaitu:

  • Pengeluaraan barang sebanyak 390 Pcs ( Tiga Ratus Sembilan Puluh ) Pcs Per-Bulan

PASAl 3
KEHADIRAN DAN ABSENSI

AYAT 1

PIHAK KEDUA akan mematuhi atau melaksanakan jumlah jam kerja efektif yang telah di tetapkan (8) Jam ( Delapan ) Jam setiap hari dengan jumlah Hari kerja (6) Hari ( Enam) Hari setiap minggu

AYAT 2

PIHAK KEDUA Akan mematuhi jam masuk atau pengambilan barang dan jam pulang atau setoran Per-Hari sesuai peraturan yang ditetapkan

AYAT 3

Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk Bekerja dengan alasan Kesehatan, Maka ketidakhadiran harus didukung dan dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan dari Dokter.

AYAT 4

Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk bekerja karena alasan suatu hal tertentu dan mendesak, maka ketidakhadiran PIHAK KEDUA dapat dibenarkan jika telah mendapat persetujuan tertulis dari atasan yang bersangkutan

PASAL 4
LEMBUR

AYAT 1

PIHAK KEDUA menyatakan kesediaannya untuk masuk kerja lembur jika tersedia pekerjaan yang harus segera diselesaikan atau bersifat mendesak ( Urgent )

AYAT 2

Untuk kerja lembur sesuai Ayat 1 Tersebut diatas, PIHAK KEDUA akan mendapatkan upah lembur yang pembayararannya akan disatukan dengan pembayaran gaji pokok dan tunjangan-tunjangan lainnya kecuali tunjangan bonus insentif dan tunjangan Hari Raya

 

PASAL 5
GAJI DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN

Ayat 1

PIHAK KEDUA menyatakan kesediaannya menerima gaji dengan system Persentase sebesar ( Rp.3333,3333 ) ( Tiga Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah)Per-Pcs yang akan diterimanya pada tanggal terakhir setiap bulan.

Ayat 2

Selain gaji, PIHAK KEDUA juga berhak mendapatkan tunjanga sebagai berikut:

  1. Tunjangan bonus insentif jika penjualan melebihi target yang sudah di tetapakan oleh PIHAK PERTAMA sebesar ( Rp. 4.000,00 ) ( Empat Ribu Rupiah ) Per- Pcs yang akan dibayar pada akhir periode

 

PASAL 6
PAJAK PENGHASILAN
Ayat 1

PIHAK KEDUA Menyatakan kesediaannya untuk menanggung pajak penghasilan sesuai peraturan yang berlaku

Ayat 2

PIHAK PERTAMA Akan Memotong langsung Pajak Penghasilan itu melalui juru bayar perusahaan

PASAL 7
ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN

Ayat 1

PIHAK KEDUA Sewaktu menandatangani perjanjian ini sekaligus Menandatangani surat perjanjian asuransi jiwa dan kesehatan

Ayat 2

Biaya polis asuransi jiwa dan kesehatan sesuai Ayat 1 tersebut diatas sepenuhnya dibebankan PIHAK KEDUA dengan cara memotong langsung dari penghasilan PIHAK KEDUA melalui juru bayar perusahaan yang telah ditetapkan

PASAL 8
Ayat 1

PIHAK KEDUA berhak mendapatkan cuti bersama jika sudah terdaftar sebagai karyawan tetap dan cuti pribadi jika telah mempunyai masa kerja selama 1 (Satu) Tahun

Ayat 2

Cuti yang dapat diambil PIHAK KEDUA selama 24 (Dua Puluh Empat) hari setiap tahun sesuai dengan ketentuan-ketentuan tata tertib.

  1. Cuti Pribadi berjumlah 4 (Empat) Hari Kerja, dan
  2. Cuti Bersama berjumlah 20 (Dua Puluh) Hari

Ayat 3

Sebelum melaksanakan cuti, PIHAK KEDUA harus mengajukan permohonan secara tertulis selambat-lambatnya 1 (Satu) Minggu dan telah mendapatkan pengesahan berupa tanda tangan dan ijin dari atasan langsung yang bersangkutan.

PASAL 9
PENGOBATAN

Ayat 1

PIHAK PERTAMA akan turut menanggung biaya pengobatan serta perawatan jika PIHAK KEDUA sakit atau memerlukan perawatan kesehatan sesuai dengan syarat, peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan

Ayat 2

Besarnya biaya pengobatan maksimum sebesar (Rp. 280.000,00) (Dua Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) Per-Bulan

Ayat 3

Untuk pengajuan biaya pengobatan, PIHAK KEDUA harus memperlihatkan surat Dokter dan Resep Obat

PASAL 10
PENGUNDURAN DIRI
Ayat 1

PIHAK KEDUA berhak untuk mengundurkan diri dari perusahaan

Ayat 2

Apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri secara baik-baik, PIHAK KEDUA berhak menerima uang gaji, tunjangan, dan lembur sesuai dengan jumlah Hari Kerja yang telah dijalaninya selama masa sebelum batas waktu pengunduran dirinya

Ayat 3

Pengunduran diri secara baik-baik diperlihatkan dengan cara – cara sebagai berikut:

  1. PIHAK KEDUA telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri sekurang-kurangnya (1) (Bulan).
  2. PIHAK KEDUA tetap melaksanakan tugas dan kewajiban hingga batas waktu pengunduran dirinya berlaku, dan selama waktu batas pengunduran dirinya.
  3. PIHAK KEDUA telah menyerahkan barang-barang yang dipercayakan kepadanya dan juga telah menyelesaikan administrasi keuangan yang harus diselesaikan
  4. PIHAK PERTAMA dengan kebijakannya dapat meminta PIHAK KEDUA untuk meninggalkan perusahaan lebih awal dengan pembayaran penuh selama (1) (Satu) Hari tersebut.

Ayat 5

PIHAK KEDUA wajib menyelesaikan tugas terakhirnya yaitu setoran Per-Hari yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA selama batas waktu pengunduran dirinya.

Ayat 6

PIHAK KEDUA tidak mendapatkan gaji pokok dan tunjangan-tunjangan lainnya selama batas waktu pengunduran dirinya.

PASAL 11
SURAT PERINGATAN
Ayat 1

Setiap pelanggaran atas kedisiplinan, tata tertib, dan peraturan-peraturan yang dilakukan PIHAK KEDUA akan menyebabkan diberikannya Surat Peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA.

Ayat 2

Apabila PIHAK KEDUA telah mendapatkan Surat Peringatan sebanyak 3 (Tiga) Kali, maka PIHAK PERTAMA dapat melaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap PIHAK KEDUA

PASAL 12
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
Ayat 1

Dengan memperhatikan dan Undang-Undang dan Peraturan dan Ketenagakerjaan yang berlaku, PIHAK PERTAMA dapat mengakhiri hubungan kerja dengan PIHAK KEDUA

Ayat 2

Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), maka PIHAK KEDUA diharuskan mengembalikan barang-barang yang selama itu dipercayakan kepadanya, yaitu:

  1. ……………………………………………………………
  2. ……………………………………………………………

Ayat 3

PIHAK KEDUA juga diharuskan menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi keuangan, seperti Hutang atau Pinjaman yang dilakukan PIHAK KEDUA

Ayat 4

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dikarenakan pelanggaran yang dilakukan PIHAK KEDUA yang bertentangan pasal 2, 3 dan 4 atau karena hal-hal yang merugikan PIHAK PERTAMA, maka PIHAK PERTAMA tidak wajib memberikan pesangon

Ayat 5

Selama masa kerja berlangsung PIHAK PERTAMA dapat memutuskan hubungan kerja dengan PIHAK KEDUA secara sepihak apabila ternyata:

  1. PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran dari ketentuan PASAL 2, 3, dan 4 surat perjanjian kerja ini setelah sebelumnya mendapat teguran dan peringatan secara patut sesuai dengan prosedur dan ketentuan
  2. PIHAK KEDUA tidak dapat menjalankan tugas, target atau sasaran kerja yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA
  3. PIHAK KEDUA terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam tindak pencurian dan atau penggelapan harta/asset perusahaan maupun tindak kejahatan yang diancam dengan hukum pidana dan atau hukum perdata Republik Indonesia
  4. PIHAK KEDUA dalam hal ini PIHAK PERTAMA berada dalam situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan lagi untuk memperkerjakan PIHAK KEDUA akibat memburuknya kinerja perusahaan
  5. PIHAK KEDUA tidak hadir bekerja selama 3 (Tiga) hari berturut-turut tanpa pemberitahuan dan atau keterangan dengan bukti yang sah

PASAL 13
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Ayat 1

Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

Ayat 2

Apabila dengan cara ayat 1 pasal ini tidak tercapai kata sepakat, maka kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan melalui prosedur hukum

PASAL 14
PENUTUP

Demikian perjanjian ini dibuat, disetujui dan ditandatangani, dan bermaterai cukup dengan kekuatan hukum tetap. dipegang oleh PIHAK PERTAMA

Dibuat di : Sukahujan
Tanggal : ………………………………………….

Catatan:

  1. Ditanda tangani oleh kedua belah pihak diatas materai 6000 rupiah
  2. Kedua belah pihak dalam keadaan sadar
  3. Sehat jasmani dan rohani

Demikian contoh surat perjanjian kerja ini ditulis dengan harapan dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *