Paradigma Administrasi Negara Menurut G. Frederickson

Paradigma administrasi negara menurut frederickson ada 6. Paradigma satu adalah paradigma birokrasi klasik. Paradigma dua Birokrasi Neo Klasik.

Paradigma tiga adalah Kelembagaan. Keempat paradigma hubungan manusia. Nomor lima adalah paradigma pilihan publik dan terakhir adalah Paradigma Administrasi Negara Baru

Paradigma Administrasi Negara Menurut G. Frederickson

G. Frederickson (1984:27-30) mengemukakan enam paradigma administrasi negara yaitu :

Birokrasi Klasik

Dalam paradigma ini fokus pengamatannya adalah struktur (desain) organisasi dan fungsi prinsip prinsip manajemen sedangkan yang menjadi lokusnya berbagai jenis organisasi baik pemerintah maupun bisnis.

Nilai pokoknya adalah mewujudkan efisiensi, efektivitas, ekonomi dan rasionalitas.

Tolak utama dalam paradigma ini adalah : Weber : Bureaucracy (1922), Wilson : The Study of Public Administration (1887), Taylor : Scientific Manajemen (1912) Gulick dan Urwick : Papers on the cience of Administration (1937).


Birokrasi Neo Klasik

Nilai yang dianut dan yang ingin dicapai dalam paradigma ini adalah : Lokus dalam paradigma ini adalah “Keputusan” yang dihasilkan oleh Birokrasi pemerintahan sedangkan fokusnya adalah “proses pengambilan keputusan” dengan perhatian khusus pada penerapan ilmu perilaku, ilmu manajemen, analisa sistem dan penelitian operasi.

Teoritis pendukung paradigma ini antara lain : Simon : Administration Behavior (1948), Cyer dan March : Abehavioral Theory of the firm (1963)

Baca juga : Paradigma Administrasi Negara Menurut Nicholas Henry

Kelembagaan

Fokusnya perhatian paradigma ini terletak pada pemahaman mengenai “perilaku birokrasi” yang dipandang suatu organisasi yang kompleks, masalah masalah efisien, efektivitas dan produktivitas organisasi kurang mendapat perhatian.

Perilaku birokrasi yaitu pengambilan keputusan

Hubungan Kemanusiaan

Inti yang paling mendasar dalam paradigma ini adalah keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, minimnya perbedaan dan status hubungan antar pribadi, keterbukaan, aktualisasi diri dan optimasi tingkat kepuasan.

Fokus dari paradigma ini adalah “ Dimensi dimensi kemanusiaan ” dan aspek sosial dalam tiap jenis organisasi atau pun birokrasi.

Pilihan Publik

Fokus dari administrasi negara menurut paradigma ini adalah tak terlepas dari politik.

Sedangkan Lokusnya adalah pilihan pilihan untuk melayani kepentingan publik akan barang dan jasa yang harus diberikan oleh sejumlah organisasi yang kompleks.

Administrasi Negara Baru

Fokusnya adalah usaha untuk mengorganisasikan, menggambarkan, mendesain ataupun membuat organisasi dapat berjalan ke arah terwujudnya nilai nilai kemanusiaan secara maksimal yang dilaksanakan dengan menggambarkan sistem desentralisasi, demokratis yang responsif dan mengundang partisipasi pemerataan jasa yang diperlukan masyarakat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *