Paradigma Administrasi Negara Menurut G.Frederickson

Posted on

TheCrazyPerfect.com | Paradigma Administrasi Negara Menurut G. Frederickson. Siang hari yang panas, matahari menyapu dari atas seakan membakar ubun ubun. Membakar bumi dipijakan. Orang orang berkerut dahi menggerutu memaki hari.

Dibawah terik matahari, nampak seorang mahasiswa tergesa gesa berjalan diantara pohon pohon kering. Tino namanya, kuliah jurusan administrasi publik di sebuah universitas kurang nama di Jakarta.

Siang itu dia ada janji dengan dosen killer yang saban hari ngiler lihat mahasiswi berpakaian kurang bahan. Matanya tajam jika menghukum mahasiswa / mahasiswi yang nakal. Tak luput tino, dia juga menjadi sasaran kemarahan sang dosen lantaran hal sepele yang seharusnya tak jadi soal.

Dia melirik arlojinya, menunjukan waktu tengah hari pas. “ Tak boleh terlambat” gerutunya dalam hati. Langkahnya semakin dipercepat, dia jalan sedikit berlari seperti “ Kijang diterkam Singa”. Peluh bercucur tak dirasa, asal tepat waktu berhadapan.
Selang berapa lama, Tino pun sampai dirumah pak dosen, dia sudah menuggu didepan pintu rumahnya. Dia melihat Tino dan sejurus kemudian melirik arloji kesanyangan. “ Berani juga tuh anak” makinya.

“ 12 : 15 tepat”. Sambil menjulurkan tangan dia menyapa Tino

“ Selamat datang Tino, kamu memang mahasiswa saya yang paling jujur”. Sambutnya. Tino membalas jabat tangan pak dosen sambil tersenyum kecil “ Terima Kasih Pak atas pujiannya”.

“ Ayo masuk” ajak pak dosen. Tino mengekor, membuntuti pak dosen dari belakang. Sesampainya di dalam rumah, tino terkejut ternyata ruangan pak dosen tidak mewah dan hanya berisi peralatan seadanya. Padahal dia tahu, penghasilan pak dosen terbilang besar tetapi di dalam rumahnya sangat sederhana.

“ silahkan duduk !. kenapa melongo tin?. Tanya pak dosen. Tino kaget. “ Engga pak, gak ada apa2” jawab tino.

“ Kamu kaget ya lihat rumah bapak kayak gini”? pak dosen bertanya pada tino.

“ Iya pak, barang2 di rumah bapak sederhana”? jawab tino.

Kemudian pak dosen menjelaskan bahwa :

“ Kemewahan hanya keinginan manusia, bukan keinginan Tuhan. Dia menguji manusia dengan “ KEINDAHAN” dan “ KEBURUKAN”. Barang siapa diuji dengan keindahan, maka manusia akan lupa hakikatnya, akan lupa jati dirinya dan akan lupa siapa penciptanya. Sehinga “ MEWAH” itulah tuhannya”.

Tino tersentak, seperti ditampar anak kecil sahaja. Jauh diluar dugaan. Dia tak menyangka bahwa ternya dosen yang selama ini dia benci hidupnya begitu sederhana dan rendah hati.

“ Ok. Tino, langsung saja kepada pokok pembahasan. Bapak sengaja undang kamu kesini agar kamu belajar lebih fokus, bapak gak minta bayaran sama kamu”. Sambung pak dosen.

“ Siap Pak” Jawab Tino. Dia pun mulai membuka tasnya dan mengeluarkan tumpukan buku.
“ Materi kali ini kita akan membahas tentang “Paradigma Administrasi Negara”. Kamu tahu kan Pengertian Paradigma?. “ tahu pak jawab tino. Paradigma Administrasi Negara yang akan kita bahas kali ini hanya terbatas pada G. Frederickson saja. Sementara paradigma adiministrasi negara menurut nicholas henry akan bapak bahas dilain waktu.

“ Oh, jadi yang akan bapak sampaikan kali ini adalah “Paradigma Administrasi Negara Menurut G. Frederickson” ya pak” tanya tino.
“ Tepat Sekali” jawab pak dosen. Tino, ada berapa paradigma administrasi negara menurut G. Frederickson?. Tanya pak dosen lagi. “ Ada lima pak” Jawab tino dengan yakin. Kemudian pak dosen bertanya lagi “ Yakin Tin?”. Yakinlah.. jawab tino.

“ Coba buka buku kamu, ada berapa paradigma administrasi negara menurut G. Frederickson?. Perintah pak dosen. Tino membuka bukunya dan mulai mencari catatan kecilnya. Dia tidak menemukan apa yang bapak dosen suruh. “ gak ada pak”. Tino menjawab sambil melihat pak dosen.

“ Sudah bapak duga, itulah alasan kenapa bapak kamu panggil kerumah bapak, bapak tidak ingin anak didik bapak ketinggalan materi yang bapak ajarkan”. Pak dosen menjelaskan alasan kenapa tino disuruh kerumahnya. Tino tersentak yang kedua kalinya, seandainya saja kalo jantung tino made in japan, mungkin udah copot sedari tadi, dia tak sangka ternya pak dosen killer sangat ramah dan perhatian terhadap anak didiknya.

“ tino, paradigma administrasi negara menurut frederickson ada 6. Paradigma satu adalah paradigma birokrasi klasik. Paradigma dua Birokrasi Neo Klasik. Paradigma tiga adalah Kelembagaan. Keempat paradigma hubungan manusia. Nomor lima adalah paradigma pilihan publik dan terakhir adalah Paradigma Administrasi Negara Baru”. Pak dosen menjelaskan tentang paradigma administrasi negara dari sudut pandang seorang Frederickson.

Sekarang kita akan bahas satu persatu. Kita mulai dari Paradigma Satu yaitu Birokrasi Klasik.

#1. Paradigma Administrasi Negara Birokrasi Klasik
Dalam paradigma negara birokrasi klasik fokus pengamatan utama yaitu struktur organisasi, kemudian fungsi prinsip-prinsip manajemen.
Baca Juga :

Gravatar Image

I am Heidy Hadiningrat a Writer, Blogger, SEO Practice and Internet Marketer owner TheCrazyPerfect.com. I started my blog in 2013 and get daily unique visitor 10K+. Sharing is sexy is my moto.

Leave a Reply