Pengertian Negara, Hakikat dan Bentuk Negara

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Halo agan, kali ini saya akan kita akan membahas negara dalam artikel Pengertian Negara, Hakikat dan Bentuk Negara. Negara merupakan suatu wilayah yang dihuni oleh suatu bangsa, memiliki pemerintahan, bahasa, adat budaya, peraturan atau hukum dan kedaulatan. Pada hakikatnya negara adalah wilayah yang ditempati sekumpulan manusia yang disebut dengan warga negara.

Pengertian Negara Secara Umum

Secara umum, pengertian dari negara adalah suatu wilayah dipermukaan bumi yang ditempati oleh sekumpulan orang yang terorganisir untuk mencapai kedaulatan dan pengakuan. Sekumpulan orang tersebut berusaha untuk mentaati peraturan – peraturan yang telah dibuat bersama.

Negara ditinjau dari segi Etimologis

Di Indonesia, asal kata negara adalah nagari atau nagara yang merupakan bahasa sansakerta yang mempunyai arti KOTA.

pengertian negara

State


Istilah ini muncul jauh sebelum bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Sebagai bukti, sejarah mencatat bahwa penggunaan kata negara dimulai pada awal abad ke 1 bersamaan dengan munculnya kerajaan Salakanagara atau Negeri Perak, meski adanya kerajaan salakanagara masih diperdebatkan mengingat bukti bukti sejarahnya tidak mencukupi.

Kemudian pada tahun 400 Masehi, muncul kerajaan Tarumanagara di pulau jawa yang merupakan kerajaan pertama dengan bukti prasasti kebon kopi dan prasasti tugu.

Sedangkan istilah negara menurut bahasa asing adalah

  • State ( Bahasa Inggris )
  • Staat ( Bahasa Jerman dan Netherland)
  • Etat ( Bahasa Prancis)

Baca Juga : Paradigma Administrasi Negara

Pengertian Negara Menurut Pandangan Para Ahli Negara

Para ahli berbeda beda dalam menafsirkan Negara. Terlepas dari perbedaan tersebut, mari kita simak beberapa pengertian dari negara menurut ahli negara :

  1. Miriam Budiarjo. Menururtnya, negara adalah suatu wilayah atau daerah yang penduduknya diperintah oleh sejumlah pejabat dan berhasil menuntut dari warga negaranya kepatuhan pada undang undang melalui kontrol kekuasaan yang sah.
  2. Senarko. Pengertian Negara menurut senarko adalah suatu organisasi masyarakat, dimana masyarakat tersebut memiliki wilayah tertentu, kekuasaan negara berlaku sepenuhnya.
  3. Professor Nasroen. Mengatakan bahwa negara adalah bentuk pergaulan hidup, maka harus ditinjau secara sosiologis agar mudah dipahami.
  4. M. Solly Lubis, Sarjana Hukum. Negara adalah bentuk pergaulan manusia atau komunitas. Memiliki syarat tertentu yaitu daerah, rakyat dan pemerintah
  5. Plato. Menyatakan bahwa negara adalah manusia dalam ukuran besar yang senantiasa maju dan berevolusi
  6. Professor R. Djokosoetono, Sarjana Hukum. Mengatakan bahwa negara adalah organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia dan berada dibawah satu pemerintahan atau pemerintahan yang sama. Organisasi manusia tersebut membentuk suatu pemerintahan, didalamnya terdapat rakyat dan pemimpin pemerintahan namun dalam lingkup terbatas yaitu satu pemerintahan saja
  7. Grotius. Ikatan dari manusia yang insyaf akan arti dan panggilan hukum kodrati
  8. Jean Bodin. Negara adalah sejumlah keluarga dengan segala harta bendanya yang dipimpin oleh akal dari satu kekuasaan yang berdaulat
  9. Fr. Oppenheimer: Menurutnya, Negara adalah sekumpulan masyarakat yang berpolitik, politik tersebut bersifat deferensial artinya terdapat hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah
  10. Logemann: Negara merupakan organisasi kemasyarakatan dengan kekuasaan yang bertujuan mengatur masyarakat dan menyelenggarakan suatu masyarakat
  11. Bluntschili : Negara adalah diri rakyat, tersusun dalam satu organisasi politik dalam satu daerah tertentu.
  12. Valkenier : Negara ialah rakyat yang memiliki kekuasaan, dan kekuasaan tersebut merdeka, mempunyai persatuan hukum dan hidup dalam satu wilayah tertentu dan lama.
  13. Aliran Marxisme, yang dipelopori Karl Marx : Negara merupakan alat kekuasaan untuk menindas kelas manusia lain
  14. Aristoteles. Negara merupakan Perkumpulan dari keluarga dan desa untuk mencapai taraf kehidupan yang sebaik-baiknya
  15. Thomas Hobbes. Hobbes mendefiniskan negara sebagai hasil perjanjian antar individu dengan tujuan menciptakan lembaga dengan wewenang yang mutlak untuk menata individu tersebut melalui undang-undang dan memaksanya agar taat pada undang-undang. Selain itu, hobbes juga merupakan filsup yang menyatakan bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya sebelum adanya sebuah negara. Jadi, menurut hobbes bahwa terbentuknya negara merupakan suatu kesepakatan yang dibuat untuk melindungi diri mereka dari sesamanya. Keharusan mentaati aturan itu mutlak. Untuk menata kehidupan dan menjalankan aturan, maka dibuatlah lembaga yang memiliki kewenangan mutlak mengatur individu.
  16. Charles-Louis de Secondat, Baron de La Brède et de Montesquieu (18 Januari 1689 – 10 Februari 1755), atau lebih dikenal dengan Montesquieu, adalah pemikir politik Perancis yang hidup pada Era Pencerahan (Inggris : Enlightenment). Ia terkenal dengan teorinya mengenai pemisahan kekuasaan yang banyak disadur pada diskusi-diskusi mengenai pemerintahan dan diterapkan pada banyak konstitusi di seluruh dunia. Ia memegang peranan penting dalam mempopulerkan istilah “feodalisme” dan “Kekaisaran Bizantium”
  17. Hans Kelsen. Menurutnya negara adalah susunan pergaulan hidup bersama, tata paksa. Yang dimaksud susunan pergaulan hidup bersama adalah komunitas masyarakat yang hidup bersama dan berorganisasi, artinya dalam pergaulan itu tersusun struktur masyarakat dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, sedangkan tata paksa adalah aturan yang dibuat bersama dan harus ditaati tanpa pengecualian, artinya dalam pergaulan tersebut setiap individu dipaksa untuk mentaatinya dan jika melanggar maka konsekuensi hukum berlaku.
  18. Jean Jacques Rousseau (Geneva, 28 Juni 1712 – Ermenonville, 2 July 1778) adalah seorang tokoh filosofi besar, penulis and komposer pada abad pencerahan. Rousseau mendefinisikan negara sebagai perkumpulan rakyat yang melindungi dan mempertahankan hak dan harta benda mereka, tetapi tetap hidup dengan bebas dan merdeka. Pemikiran filosofinya mempengaruhi revolusi Perancis, perkembangan politika modern dan dasar pemikiran edukasi. Revolusi Prancis merupakan pemberontakan rakyat terhadap tuan tanah yang terinspirasi dari pemikiran Rosseau. Karya novelnya, Emile, atau On Education yang dinilai merupakan karyanya yang terpenting adalah tulisan kunci pada pokok pendidikan kewarganegaraan yang seutuhnya. Julie, ou la nouvelle Héloïse, novel sentimental tulisannya adalah karya penting yang mendorong pengembangan era pre-romanticism dan romanticism di bidang tulisan fiksi.

Hakikat Negara dan Bentuk Negara

Kita tahu bahwa di dunia ini ada begitu banyak negara. Menurut catatan bahwa ada 203 negara yang tersebar di seluruh benua. Hakikat dan Bentuk-bentuk Negara tersebut berbeda satu sama lain baik dari segi sistem pemerintahan, bahasa, adat istiadat, budaya, serta luas wilayah.

Negara-negara tersebut tersebar di beberapa benua yaitu benua Asia ( 50 Negara ), Eropa ( 50 Negara), Afrika ( 53 Negara), Australia ( 1 Negara) dan Amerika (35 Negara ) dan terakhir kawasan oseania memiliki 14 Negara.

Dari 203 negara, 193 diantaranya termasuk anggota PBB ( Perserikatan Bangsa – Bangsa ) atau UN ( United Nations) dan yang diakui secara internasional hanya 194 negara saja itu pun termasuk Vatikan.

Pengakuan dari negara lain secara de facto dan de jure bukan merupakan syarat mutlak suatu negara tetapi ini menjadi hal penting mengingat hubungan internasional suatu negara. Negara-negara yang tidak diakui secara de facto dan de jure disebut negara mikro.

Negara mikro adalah sebuah entitas kecil yang mengakui diri sendiri sebagai sebuah negara berdaulat dan mandiri namun tidak diakui oleh negara berdaulat manapun jua.

Bentuk-bentuk negara atau kenegaraan

Secara umum, ada dua bentuk negara yaitu kesatuan dan serikat. Tetapi, ada juga bentuk negara lainnya yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

Negara Kesatuan (Unitarusme)

Negara kesatuan suatu Negara yang mereka dan berdaulat, hanya ada satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah. Bentuk negara kesatuan sebagai berikut :

  1. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, yaitu segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah-daerah tinggal melaksanakannya.
  2. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, yaitu pelimpahan kesempatan dan kekuasaan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri (otonomi daerah disebut pula daerah swatantra)

Contoh Negara Kesatuan Indonesia, Tiongkok, Brunai, Singapore

Negara Serikat (Federal)

Negara serikat (federasi) adalah suatu Negara yang merupakan gabungan dari beberapa Negara bagian dari Negara serikat itu.

Artinya, suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri kemudian menggabungkan diri dalam suatu negara serikat sehingga menjadi negara bagian yang melepaskan sebagian kekuasaannya kepada negara serikat itu.
Contoh negara federasi yang ada di dunia adalah Amerika Serikat, Kanada, Swiss, Australia dan Afrika Selatan.

Bentuk Kenegaraan Lainnya

Bentuk kenegaraan lainnya di dunia di antaranya sebagai berikut :

  1. Negara Dominion. Negara dominion adalah suatu negara yang tadinya daerah jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat, termasuk mengurus politik ke dalam dan ke luar negeri.
  2. Negara Protektorat. Negara protektorat adalah suatu negara yang berada di bawah lindungan (to protect = melindungi) neagra pelindung (suzeren), biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan.
  3. Negara Uni. Negara uni adalah dua atau lebih negara yang masing-masing merdeka dan berdaulat tetapi mempunyai satu kepala negara yang sama.
    • Uni Riil, yaitu apabila negara-negara itu memiliki alat kelengkapan dan mengurus kepentingan bersama sesuai kesepakatan yang telah ditentukan lebih dahulu.
    • Uni Personil, yaitu apabila hanya kepala negara saja yang sama, sedangkan kepentingan dan alat kelengkapannya berbeda.
    • Uni Sui Generis, yaitu bentuk lain dari uni riil dan uni personil.

Mandat dan Trust. Bentuk negara-negara mandat dan trust diatur dan diawasi oleh Dewan Perwakilan PBB. Negara bekas jajahan yang kalah perang dalam Perang Dunia II, kemudian diatur oleh pemerintah perwalian dengan pengawasan komisi Mandat PBB disebut negara Mandat. Sedangkan negara-negara yang pemerintahannya diawasi Dewan Perwakilan PBB disebut negara Trust.

Kesimpulan

Dari beberapa pengertian negara diatas, dapat disimpulkan bahwa sebuah negara harus memiliki unsur – unsur yang penting. Unsur tersebut apabila tidak terdapat salah satunya maka bukan merupakan sebuah negara.

  • 3 Unsur Penting yaitu : Rakyat, Wilayah, Berdaulat.
  • Unsur Tambahan yaitu : Pengakuan dari Negara lain.
  • Negara adalah suatu wilayah yang harus mempunyai Rakyat , Wilayah dan berdaulat atas wilayahnya, Sistem Pemerintahan, Hukum atau aturan

Demikian artikel tentang Pengertian Negara menurut para ahli, hakikat negara dan bentuk ini disampaikan, semoga bermanfaat. Jika ada hal yang ingin menjadi pertanyaan, silahkan tanggapi dikolom komentar

Artikel serupa yang mungkin Anda cari

No Responses

  1. January 6, 2018

Leave a Reply

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE