Pengertian Nilai dan Norma dalam Masyarakat Indonesia

Ad Blocker Detected

Website ini dibiayai dari iklan yang ditampilkan. Mohon non-aktifkan AdBlocker Anda untuk keberlangsungan THECRAZYPERFECT.COM

Nilai dan Norma. Apa sih Nilai? Apa yang dimaksud dengan Nilai?. Kata nilai sudah bukan lagi sesuatu yang terdengan aneh. Sejak kelas 1 SD pasti sudah mendengar kata tersebut. Biasanya, saat kita pulang sekolah, orang tua selalu bertanya “ Berapa nilai kamu nak?”. “Dapat nilai berapa hari ini?”.

Nilai, secara sederhana difahami oleh sebagian orang sebagai bilangan antara 0 sampai 9. Jika nilai tersebut dibawah 5, maka disebut nilai buruk dan nilai diatas 5 maka dianggap nilai yang baik.

Saya masih teringat ketika orang tua saya berkata “ Jangan melunjak kepada orang yang lebih tua, itu tidak baik” saya mengiyakan dan belum memahami apa maksud perkataan tersebut. Ternyata, selain nilai yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, juga ada norma yang harus dipatuhi. Ada aturan – aturan yang berlaku dalam entitas tertentu yang harus dipatuhi.

Nilai dan Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat

Nilai dan Norma merupakan ciri dalam kehidupan bermasyarakat, nilai menentukan norma dan norma dibuat atas nilai-nilai yang dianggap baik ( just perseption ).
nilai dan norma
Pada dasarnya, nilai sama dengan norma dan yang membedakan keduanya adalah nilai berhubungan dengan karsa dan rasa sedang norma berhubungan dengan kaidah atau pedoman dalam berprilaku. Nilai tidak terbatas pada wilayah sedangkan norma terbatas oleh suatu wilayah.

Pengertian Nilai Secara Umum

Nilai (bahasa inggris : value) mengandung pengertian sesuatu yang berharga. Sesuatu yang bernilai apabila memiliki guna (memiliki keindahan) kebenaran atau kebaikan. Nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang buruk, jelek atau tidak memiliki makna sekali. Nilai yang baik merupakan nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, sedang nilai yang buruk akan dianggap sebagai sesuatu yang rendah atau hina.

Nilai yang dijunjung tinggi serta berkembang dalam kehidupan masyarakat sebenarnya sangat banyak, namun disini saya hanya akan menuliskan lima nilai saja yaitu:

1. Nilai Agama

Setiap agama mengajarkan kebaikan, yaitu tentang kewajiban-kewajiban dan perintah – perintah yang harus dilakukan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa atau sesama manusia atau juga terhadap lingkungan tempat manusia itu tinggal.

Nilai agama juga berisi larangan-larangan yang berlaku bagi penganut suatu agama. Kewajiban atau perintah merupakan nilai yang baik sedangkan larangan merupakan nilai yang buruk.

<

h3>2. Nilai Hati Nurani Manusia
Hati nurani manusia (batin manusia) merupakan perasaan yang paling dalam dan secara kodrati mendapat cahaya kebaikan-kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga manusia memiliki moral dan mampu membedakan hal-hal yang baik atau buruk.

Namun, jika kita mengacu kepada pendapat Thomas Hobbes bahwa manusia adalah srigala bagi manusia lain maka nilai hati nurani juga berisi cahaya keburukan termasuk didalamnya adalah nafsu atau keinginan-keinginan manusia.

Keinginan Adalah Sumber Penderitaan

3. Nilai Adat Istiadat dan Budaya

,
Budaya atau kebudayaan merupakan hasil pikir, rasa, karsa, dan karya serta cita-cita manusia yang berdasar atas rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, lingkungan hidup, bangsa, negara, serta terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Perlu diperhatikan, bahwa nilai adat atau budaya berbeda-beda antara satu bangsa dengan bangsa lain, atau antara satu kaum dengan kaum yang lain. Bangsa indonesia berbeda “Nilai Budayanya” dengan bangsa lain, begitu juga dengan bangsa lain akan berbeda nilai budaya dengan bangsa indonesia.

Sebagai contoh, dalam hal pernikahan : Bangsa indonesia menganggap bahwa mempunyai anak sebelum menikah merupakan nilai yang sangat buruk, itu bukan merupakan budaya bangsa indonesia. Berbeda dengan bangsa barat bahwa memiliki anak sebelum pernikahan merupakan hal yang biasa dan merupakan sebuah kebiasaan. Nilai adat istiadat dan budaya dipengaruhi oleh Nilai Agama

4. Nilai Pancasila

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan kristalisasi nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Pancasila yang artinya lima dasar negara indonesia mengandung nilai-nilai yang sangat sungguh luar biasa.

Nilai-nilai pancasila tersebut jika diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maka akan dicapai tujuan negara ini yaitu MENSEJAHTERAKAN RAKYATNYA.

Anda tahu nilai-nilai pancasila ? Jika masih belum tahu simak nilai-nilai pancasila dibawah ini !

A. Nilai Ketuhanan

Nilai ketuhanan adalah nilai yang mencerminkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki agama dan menyakini akan adanya Tuhan.

Keyakinan terhadap Tuhan yang maha esa adalah ciri bangsa Indonesia dan sejak dahulu sudah tertanam dalam hati masyarakat indonesia.

Setiap orang yang meyakini adanya Tuhan, maka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dia akan selalu berbuat sesuai dengan keyakinannya dan tidak melanggar norma-norma atau nilai-nilai yang berkembang di masyarkat.

Inti dari Nilai Ketuhanan adalah Iman dan Takwa. Iman artinya yakin dan percaya dan takwa adalah menjalankan syariat agamanya dengan baik yaitu menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

B. Nilai Kemanusiaan

Nilai kemanusiaan adalah nilai nilai pengakuan atas HAM ( Hak Azasi Manusia ) seperti pengakuan atas hak untuk hidup layak, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak dihormati dan persamaan kedudukan atau derajat dalam hukum.

Nilai kemanusiaan bagi rakyat indonesia bisa dilihat dari adanya rasa tepo seliro, tenggang rasa, menghormati kebebasan mengemukakan pendapat, gotong royong dan lain-lain.

Contoh hal yang dapat merusak nilai kemanusiaan adalah korupsi yang merajalela. Hindari sikap korupsi, mari kita berantas korupsi.

C. Nilai Persatuan

Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar dan bangsa yang bersatu. Ada lebih 500 suku dan bahasa namun karena adanya rasa nilai persatuan bangsa indonesia tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia bukan sunda, bukan jawa, bukan batak atau suku-suku lainnya. Indonesia adalah negara yang menjunjung nilai-nilai persatuan dan persaudaraan.

Implementasi nilai persatuan adalah menempatkan kepentingan golongan diatas kepentingan pribadi, rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa indonesia.

D. Nilai Kerakyatan

Nilai kerakyatan mempunyai arti bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat. Setiap rakyat indonesia bebas berpolitik, bebas menentukan pilihan dalam pemilu serta mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih atau memilih.

Negara yang mempunyai rakyat yang berdaulat adalah negara yang kuat. Kedaulatan milik rakyat maka rakyat adalah jiwa negara.

E. Nilai Keadilan

Nilai keadilan yang berarti keadilan dalam kehidupan sosial haruslah meliputi seluruh rakyat indonesia, persamaan hak dalam bidang harus benar-benar berimbang, dan sikap saling menghormati orang lain agar dapat tercapainya keadilan.

Negara memberikan rasa adil untuk rakyat maka rakyat pun akan bertindak sama dan melalui nilai keadilan maka ketentraman dan keutuhan NKRI akan terjaga. Tak ada lagi gerakan separatis seperti OPM atau RMS.

5. Nilai Sosial

Yaitu nilai yang dianut oleh masyarakat tentang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah. Penentuan baik atau buruk benar atau salah dilakukan dengan cara menimbang. Nilai sosial sangat dipengaruhi oleh kebudayaan suatu masyarakat.

Selain itu, ada beberapa nilai yang juga berkembang dalam kehidupan masyarakat atau individu diantaranya nilai politik, nilai estetika, nilai subjektif, nilai objektif, nilai ekonomi, nilai keilmuan, nilai seni, nilai kesetiaan, nilai solidaritas, nilai kuasa dan masih banyak lagi ( googling aja dech ndiri )

Pengertian Norma Dalam Masyarakat

Manusia dalam pergaulan hidupnya di masyarakat diliputi oleh norma-norma atau kaidah-kaidah, yaitu peraturan hidup yang memengaruhi tingkah laku manusia dalam masyarakat. Norma adalah aturan-aturan yang disepakati dalam suatu masyarakat. Norma berisi petunjuk atau pedoman dalam masyarkat.

Tujuan dari berlakunya suatu norma pada dasarnya untuk menjamin terciptanya pergaulan hidup dan ketertiban masyarakat, yaitu :

  1. Perintah yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu karena akibat-akibatnya dipandang baik.
  2. Larangan yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.

Ada 4 macam norma / kaidah dalam pergaulan hidup masyarakat, yaitu :

1. Norma Agama

Norma agama merupakan aturan hidup yang berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk atau anjuran yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa tentang kebenaran dan kebaikan.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber pada hati nurani manusia, yaitu berupa bisikan-bisikan kalbu atau suara hati yang diakui dan diinsafi oleh setiap orang sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul karena pergaulan masyarakat dan diikuti atau ditaati manusia lain sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia yang satu dengan yang lain.

4. Norma Hukum

Norma hukum merupakan aturan-aturan yang bersumber atau dibuat oleh lembaga negara yang berwenang, bersifat mengikat dan memaksa. Negara (alat negara) memiliki kekuasaan untuk memaksakan aturan-aturan hukum agar dipatuhi dan bagi siapa saja yang bertindak melawan hukum, dapat diancam dan dijatuhi hukuman tertentu.

Sanksi hukumannya tegas dan nyata. Berbeda dengan sanksi dari norma-norma lain. Misalnya:

Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dikenakan sanksi pidana karena membunuh dengan hukuman setinggi-tingginya 15 tahun (hukum pidana)

Barang siapa yang tidak memenuhi suatu perikatan yang diadakan, misalnya jual-beli, sewa-menyewa diwajibkan mengganti kerugian (hukum perdata)

Suatu perseroan terbatas harus didirikan dengan akte notaris dan disetujui oleh Departemen Kehakiman (hukum dagang)

Nilai sebagai Sumber Norma

Manusia sebenarnya memiliki kemampuan material dan spiritual yang keduanya menghasilkan nilai.

  1. Kemampuan material adalah sesuatu yang mengandung karya, yaitu kemampuan untuk menghasilkan benda ataupun lainnya.
  2. Kemampuan spiritual mengandung cipta (menghasilkan ilmu pengetahuan) dan karsa (menghasilkan kaidah kepercayaan, kesusilaan, kesopanan, dan hukum serta rasa menghasilkan keindahan).

Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan itu tentu ada penilaian. Nilai/penilaian merupakan sesuatu yang paling dasar, hakiki, atau makna yang terdalam (abstrak) yang berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal yang bersifat ideal.

Fungsi Nilai dan Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat

Nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam kehidupan masyarakat memiliki fungsi. Fungsi utamanya adalah sebagai pembatas prilaku manusia agar tidak melebihi ketentuan kodrati.

Fungsi Nilai Dalam Kehidupan Masyarakat

Nilai, dalam kehidupan bermasyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut :

  • Menetapkan harga sosial dari suatu kelompok masyarakat
  • Mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertindak atau berprilaku
  • Penentu manusia dalam memenuhi peranan sosial
  • Alat solidaritas dalam suatu kelompok
  • Alat kontrol prilaku manusia( individu atau kelompok
Fungsi Norma Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Norma, dalam kehidupan bermasyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Patokan Perilaku dalam masyarakat
  • Pedoman dalam kehidupan bermasyarakat
  • Wujud nyata dari nilai yang berkembang di masyarakat
  • Standar atau alat ukur dari berbagai kategori tingkah laku individu atau kelompok

Kesimpulan

Nilai atau norma harus dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Tingkah laku atau pola perilaku individu atau kelompok pada saat ini sudah tidak terkontrol lagi terbukti dengan banyaknya pemberitaan tentang hilangnya nilai dan moral dalam kehidupan masyarakat.

Ini merupakan suatu masalah bersama yang harus dan mendesak untuk dicegah atau dikurangi. Upaya terbaik dalam mengatasi “ Penyelewengan Nilai dan Norma” adalah pendidikan. Pendidikan merupakan alat penting untuk mencapai suatu keharmonisan dalam masyarakat.

Pendidikan seharusnya tidak terbatas pada usia saja, tetapi dalam hal ini pemerintah atau negara dapat memberikan pendidikan kepada seluruh warga negaranya terutama “Pendidikan Karakter”.

Demikian artikel tentang Pengertian Nilai dan Norma Dalam Masyarakat ditulis dengan harapan dapat memberikan konstribusi positif, dapat memberikan nilai lebih bagi pembaca dan khususnya saya pribadi.

Leave a Reply

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE