SEO TipsPelajari bagaimana SEO bekerja untuk situs Anda!

Unsur-Unsur Terbentuknya Negara

Sebagai warga negara yang baik tentu harus tahu sedikitnya tentang negara atau unsur-unsur terbentuknya negara atau pengertian negara itu sendiri dan sebagai warga negara yang baik juga perlu memahami bagaimana negara kita terbentuk. Secara umum, ada dua unsur terbentuknya negara yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif

Oppenheim dan Lauterpacht menyatakan ada tiga unsur pokok negara yang merupakan syarat utama suatu negara yaitu :

  1. Rakyat atau masyarakat
  2. Wilayah atau daerah, meliputi udara, darat, dan perairan (perairan bukan merupakan syarat mutlak).
  3. Pemerintah yang berdaulat

Selain tiga unsur diatas, negara bisa dikatakan suatu negara jika wilayah tersebut diakui oleh negara lain secara de facto maupun de jure atau sering disebut juga dengan istilah syarat sekunder atau unsur deklaratif.

unsur-unsur terbentuknya bangsa
Negara di Dunia

Anda tentu tahu negara palestina, negara tersebut sampai saat ini masih berjuang untuk mendapat pengakuan dari negara lain sebagai syarat suatu negara disebut negara. Ada beberapa negara yang mengakui kemerdekaan palestina dan ada beberapa negara juga yang masih belum mengakui sebagai negara.

Kita lupakan soal palestina, mari kita simak

Unsur-unsur terbentuknya negara

Sebelumnya saya telah menyampaikan pengertian negara dan hakikat negara dan dalam kesempatan ini materi dilanjutkan dengan mengetahui unsur-unsur terbentuknya negara.

Berikut dibawah ini penjelasan tentang unsur-unsur terbentuknya negara :

Rakyat yang bersatu

Pengertian Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam suatu Negara atau menjadi penghuni suatu Negara. Rakyat merupakan unsur yang paling penting dari sebuah Negara.

Rakyat dikelompokan ke dalam dua kelompok berdasarkan hubungannya. Yaitu : Penduduk dan Bukan Penduduk, Warga Negara dan Bukan Warga Negara.

Penduduk dan bukan penduduk

Kelompok rakyat yang merupakan penduduk dan bukan penduduk ditinjau berdasarkan hubungannya dengan wilayah dan Negara.

  1. Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal tetap atau berdomosili tetap di dalam wilayah Negara (menetap).
  2. Bukan Penduduk adalah mereka yang berada di dalam wilayah Negara, tetapi tidak bermaksud bertempat tinggal di Negara itu. Termasuk kedalam golongan bukan penduduk antara lain turis asing yang sedang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah suatu negara, buruh migran yang bekerja disuatu negara.

Warga Negara dan bukan warga Negara

Kelompok rakyat yang merupakan Warga Negara dan bukan warga Negara berdasarkan hubungannya dengan pemerintah Negara.

  1. Warga Negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari Negara (menurut undang-undang diakui sebagai warga Negara) tercatat sebagai Warga Negara.
  2. Bukan warga Negara (orang asing) adalah mereka yang mengakui Negara lain sebagai negaranya meskipun orang tersebut tinggal di dalam negara yang bukan negaranya, dia tidak mengakui bahwa itu negaranya. Contoh Keduataan Besar, Konsulat Jenderal.

Wilayah

Unsur kedua dari negara yaitu wilayah. Pengaturan pembatasan wilayah suatu Negara sangat penting sekali karena menyangkut pelaksanaan kedaulatan suatu Negara dalam segala bentuk/ pelaksanaan kedaulatan tersebut seperti hal-hal berikut :

  1. Berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada di dalam wilayahnya
  2. Berkuasa mengusir orang-orang yang bukan warga negaranya dalam wilayah tersebut bila tidak ada izin dari Negara

Wilayah suatu negara dibagi kedalam 4 bagian yaitu Darat, Udara dan Laut ( Perairan) dan wilayah ekstateritorial.

Daratan. Pembatasan antara Negara dapat berupa Batas alam. Misalnya sungai, danau, laut pegunungan, atau lembah. Batas buatan, misalnya Pagar tembok, pagar kawat berduri. Batas menurut geofisika, misalnya lintang utara / selatan , bujur timur / barat.

Lautan. Wilayah laut suatu Negara ialah semua perairan, lautan, dan sungai yang berada dalam batas-batas Negara (laut territorial). Penentuan batas laut harus berpedoman kepada hukum laut internasional.

Masalah laut menjadi masalah internasional karena ada dua konsepsi kelautan yang bertentangan, yaitu sebagai berikut:

  • Res Nullius, yaitu lautan dapat dimilkki oleh Negara karena tidak ada yang memlikinya.
  • Res Kommunis, yaitu laut merupakan milik bersama masyarakat dunia. Oleh karena itu, tidak dapat dimilkki oleh Negara mana pun.

Sekarang masalah kelautan telah memperoleh kepastian hukum melalui “Konferensi Hukum Laut Internasional III”, 10 Desember 1982 yang diselenggarakan oleh PBB di Montego Bay, Jamaica, yang ditandatangani 119 negara peserta. Konferensi tersebut menghasilkan batas-batas wilayah kenegaraan, yaitu :

Laut Teritorial, setiap negara memiliki kedaulatan atas laut teritorial selebar 12 mil laut yang diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar (base line) garis pantai ke arah laut bebas.

Zona Bersebelahan, dalam daerah ini negara pantai (costal state) dapat mengambil tindakan bagi pihak-pihak yang melanggar ketentuan-ketentuan berdasarkan undang-undang bea-cukai, fiskal, imigrasi, dan ketertiban negara yang bersangkutan. Kedaulatan sebuah negara berdasarkan Zona bersebelahan adalah 24 mil dihitung dari garis terluar sebuah negara.

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dalam wilayah ini, negara pantai menggali kekayaan alam yang ada dan menangkap para nelayan asing yang kedapatan sedang melakukan penangkapan ikan. Zona Ekonomi Ekslusif dihitung sejauh 200 mil dari garis terluar sebuah negara.

Landas Benua atau landas kontinen, dalam wilayah ZEE ini, negara pantai boleh mengadakan eksploitasi dan eksplorasi kekayaan alam dengan persyaratan harus membagikan keuntungan dengan masyarakat internasional.
Udara

Batas wilayah udara menjadi masalah, karena terdapat beberapa aliran pemikiran yang dikelompokkan atas dua bagian, yaitu : Aliran Udara Bebas dan Aliran Kedaulatan atas Udara di Atas Wilayah Negaranya.

Aliran Udara Bebas. Aliran ini dilengkapi oleh tiga macam pendapatan, yaitu :

  • Kebebasan ruang udara tanpa batas.
  • Kebebasan ruang udara yang dilengkapi oleh hak khusus dari negara kolong.
  • Kebebasan ruang udara dilengkapi zona teritorial dari negara kolong untuk dapat dilaksanakan.

Aliran Kedaulatan atas Udara di Atas Wilayah Negaranya. Aliran ini membagi diri ke dalam tiga pendapat, yaitu:

  • Negara kolong berdaulat penuh dalam ketinggian tertentu.
  • Negara kolong berdaulat penuh dibatasi oleh navigasi asing.
  • Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas.

Wilayah Ekstrateritorial

Berdasarkan ketentuan hukum internasional, yang termasuk wilayah ekstrateritorial adalah wilayah di mana kapal-kapal laut yang berbendera negara tertentu sedang berlayar di lautan bebas, pesawat-pesawat terbang yang sedang mengangkasa di atas lautan bebas di bawah identitas negara tertentu dan tempat atau gedung perwakilan diplomatik suatu negara tertentu.

Pemerintahan yang Berkedaulatan

Pemerintahan yang berdaulat memiliki arti sebagai berikut :

  1. Dalam arti luas, merupakan gabungan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
  2. Dalam arti sempit, hanya mencakup lembaga eksekutif

Istilah kedaulatan merupakan terjemahan dari superanus (Latin), sovereignty (Inggris), sovranus (Italia), souverainete (Perancis) yang berarti kekuasaan tertinggi. Ada beberapa teori kedaulatan, yaitu :

  • Teori Kedaulatan Tuhan
  • Teori Kedaulatan Raja
  • Teori Kedaulatan Negara
  • Teori Kedaulatan Hukum
  • Teori Kedaulatan Rakyat

Kesimpulan dari Unsur-unsur terbentuknya Negara

Berdasarkan pemaparan diatas, ada dua kelompok unsur negara yaitu unsur primer dan unsur sekunder. Yang termasuk kedalam unsur primer yaitu : Rakyat, Wilayah, dan Pemerintahan yang berdaulat dan ini disebut juga dengan unsur .

Sedangkan yang termasuk kedalam unsur sekunder yaitu Pengakuan dari Negara lain baik secara Fakta ( De Facto ) atau juga secara Hukum ( De Jure ).

Unsur primer sering disebut juga dengan unsur konstitutif dan unsur sekunder disebut unsur deklaratif

Demikian artikel menarik tentang unsur-unsur terbentuknya negara ini ditulis dengan penuh harapan bahwa anda suka membacanya. Sekian

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *